“Berikan
aku 10 Pemuda maka aku akan menggncang dunia”, Ungkapan sang proklamator
tersebut bukan hanya sekedar sebuah ungkapan namun sebuah kenyataan bila kita
melihat kiprah pemuda baik didunia maupun di negeri ini, kita lihat saja
Lahirnya sumpah pemuda 28 Oktober 1928 merupakan titik awal persatuan pemuda yang terbentuk dalam satu wadah untuk
bersama memperjuangkan kemerdekaan Republik ini.
Jelang
diproklamasikannya kemerdekaan ini peran pemuda sangatlah vital, sejarah
mencatat nama seorang tokoh pemuda bernama Sukarni yang yang mengusulkan agar
yang menandatangani teks proklamasi adalah soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia, dan sukarni juga
bersama kalangan muda lainnya yang mendesak Soekarno-Hatta agar segera
mempercepat proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, selain Sukarni sejarah
juga mencatat seorang pemuda yang juga berperan dalam proklamasi kemerdekaan
yakni Sayuti Melik, ditangannyalah teks proklamasi disempurnakan dari tulisan
tangan Bung Karno.
Pada
masa Reformasi 1998 peran aktif pemuda sangatlah dominan, generasi muda dari
kalangan mahasiswa dan berbagai elemen pemuda lainnya berhasil membawa harapan
baru bagi masyarakat Indonesia setelah ditumbangkannya rezim orde baru yang
berkuasa selama 32 Tahun.
Di
era terkini kita menyaksikan dunia tercengang dengan munculnya seorang pemuda
bernama Mark Elliot Zuckerberg
lahir di White Plains, New York, 14 Mei 1984,
adalah seorang programer
komputer
dan pengusaha Internet, ia dikenal karena menciptakan situs
jejaring sosial Facebook bersama temannya, yang dengan itu ia
menjadi pejabat eksekutif dan presiden.
Facebook didirikan sebagai perusahaan swasta pada tahun 2004 oleh Zuckerberg
dan teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin,
dan Chris Hughes ketika menjadi mahasiswa di Universitas
Harvard, Pada tahun 2010, Zuckerberg terpilih sebagai Person
of the Year versi
majalah Time.
Pada 2011, kekayaan pribadinya ditaksir mencapai $17,55 miliar. (sumber
wikipedia).
Di antara pemimpin dunia pun saat ini kita dapat melihat
bahwa kiprah pemuda tidak bisa dianggap enteng, sejarahnya Presiden termuda di dunia adalah Kim
Jong Un, yang merupakan Presiden Korea Utara. Ia adalah putra ketiga mendiang
Presiden Korea Utara sebelumnya Kim Jong II, yang meninggal pada 17 Desember
2011 lalu. Kim Jong Un diperkirakan berusia 28 tahun. Semua perkiraan mengenai
usia sang presiden muda ini lantaran riwayat kelahirannya tidak dicatat secara
khusus, atau dirahasiakan oleh negara tersebut.
Kiprah
Pemuda di ranah politik tanah air juga
cukup membanggakan, Sutan Riska tuanku kerajaan menjadi salah satu Bupati
termuda di Indonesia, terpilih sebagai Bupati Kabupaten Dharmasraya diusia 26
Tahun dan Mochamad Nur Arifin dengan Usianya yang ke 25 Tahun terpilih Menjadi Wakil Bupati termuda
berpasangan dengan Emil Elistianto Dardak yang dipercaya Masyarakat Trenggalek
Jawa Timur pada Pilkada serentak 09 Desember 2015 yang lalu terpilih menjadi
Bupati dan Wakil Bupati Daerah Tersebut.
Pemuda
Way Kanan juga tak kalah berhasil kita melihat beberapa pemuda yang bergabung
organisasi kemasyarakatan Pemuda sukses diberbagai Profesi, kita mengenal
Iskardo P Panggar.SH.MH Mantan ketua DPD KNPI Kabupaten Way Kanan, kini
tercatat sebagai ketua KPUD daerah ini,
di era selanjutnya Hi. Agung Ilmu Mangkunegara.S.STP.MH Kini menjabat sebagai
Bupati Lampung Utara dan yang paling teranyar yakni Hi. Raden Adipati
Surya.SH.MM yang kini menjabat sebagai Bupati Way Kanan periode 2016-2021.
Melihat
Keberhasilan pemuda tersebut seyogyanya menjadi pelecut semangat bagi generasi
muda di Bumi Ramik Ragom, di tengah-tengah kekhawatiran berbagai kalangan
tentang terbenamnya pemuda kedalam pergaulan bebas, Narkoba, terlibat dalam
kasus kekerasan maupun terorisme harus ditepis dengan kegiatan positif hingga
para pemuda dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat
disekelilingnya.
Yang
paling mengenaskan kini adalah maraknya penyalahgunaan narkoba dikalangan
pemuda, peredaran dan penggunaan barang haram tersebut dikalangan generasi
muda dapat membahayakan keberlangsungan
hidup bangsa ini dikemudian hari, karena sebagai penerus Bangsa semakin hari
akan semakin rapuh akibat digerogoti zat adiktif Narkoba tersebut.
Langkah
dan Kebijakan serta ajakan Bupati Raden Adipati Surya dalam memberantas
penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di
Bumi Ramik Ragom, harus direspon Positif oleh kalangan generasi muda Way Kanan,
untuk itu peran organisasi masyarakat Pemuda (OKP) maupun personel Generasi
muda dalam mendukung ajakan serta kebijakan tersebut haruslah diimplemantasikan
dengan langkah-langkah Konkret melalui kegiatan-kegiatan Positif sebagai upaya
meminimalisir serta mempersempit gerak langkah peredaran narkoba di Bumi Ramik
Ragom.
Bupati
Raden Adipati Surya mengatakan penyalahgunaan Narkoba mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan
mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada
Sistem Syaraf Pusat (SSP) dan organ-organ tubuh
sehingga akan berdampak buruk bahkan kematian bagi penggunanya.
“Menkonsumsi
narkoba adalah salah satu perbuatan yang menyebabkan timbulnya kejahatan dan
yang harus kita berantas bersama-sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tenteram
ditengah-tengah masyarakat,”Tegas Raden Adipati Surya yang dilantik sebagai
Bupati Way Kanan 17 Februari 2016 itu.
Dalam Konteks
membangun daerah, Sebagai pemegang estafet di masa yang akan datang, generasi
muda harus menjadi pilar, penggerak dan pengawal jalannya pembangunan daerah, generasi
muda yang mendominasi populasi terbanyak
untuk saat ini, harus mengambil peran sebagai garda terdepan untuk kemajuan
daerah. Sudah saatnya generasi muda menempatkan diri sebagai agen dalam
melakukan perubahan. Generasi muda yang masih relatif bersih, harus menjadi aset
potensial untuk kejayaan Way Kanan
dimasa yang akan datang.
Saat menghadiri
pelantikan salah satu Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Bupati Raden Adipati
Surya Menegaskan Organisasi kepemudaan yang beragam harus bekerja sama, berbagi tugas, dan
saling mendukung dalam
Mencegah tindakan-tindakan yang dapat menurunkan moralitas, yang harus dilakukan melalui berbagai jalur,
seperti
kegiatan sosial, pendidikan, budaya, ekonomi, politik, dan
sebagainya. Hanya dengan cara kerja seperti inilah penurunan moralitas dikalangan
pemuda dapat dicegah.
Generasi muda yang
tergabung dalam berbagai organisasi kemasyarakatan atau organisasi kepemudaan
memiliki posisi penting dalam pembanguan daerah. Mereka memahami dengan baik
kondisi daerah dari berbagai sudut pandang dan memiliki interaksi yang kuat
dengan lapisan masyarakat dan dengan elit penguasa, sehingga menjadi bekal
untuk berkontribusi dalam membangun daerah.
Untuk
Menuju Way Kanan yang Maju dan Berdaya saing sangatlah dibutuhkan peran semua
pihak khususnya peran generasi muda, peringatan
Hari Sumpah Pemuda ke-88, 28 Oktober 2016 mendatang seyogyanya dijadikan momentum
kebangkitan elemen pemuda di Bumi Rami Ragom ini karena Way Kanan Rindu
Pemuda yang kaya akan kreatifitas, Way Kanan membutuhkan pemuda yang sarat akan
karya.


0 komentar:
Posting Komentar